Friday, August 3, 2018

Panduan Lengkap: Belajar Psikotes Seleksi Karyawan

Panduan Lengkap: Belajar Psikotes Seleksi Karyawan

Tes Psikotes merupakan salah satu tahapan seleksi yang sering digunakan untuk menyaring karyawan disebuah instansi atau perusahaan, dan sekarang tes psikotes juga digunakan bagi para pelajar SMA yang ingin masuk ke pendidikan yang lebih tinggi.
Dari beberapa proses seleksi penerimaan karyawan, psikotes termasuk salah satu tes yang banyak menggugurkan kandidat setelah seleksi administrasi.

Seperti gambar dibawah ini:
seleksi-psikotes-karyawan

Dari gambar diatas, tes psikotes berada diposisi ke 2, artinya seleksi psikotes  memiliki andil besar untuk menentukan apakah anda akan lolos ketahap berikutnya atau tersingkir dalam proses seleksi di bandingkan dengan proses seleksi interview kerja.
Kenapa bisa terjadi? Mari kita belajar psikotes secara lengkap.

Panduan Lengkap Tentang Psikotes Seleksi Karyawan


Menurut Wikipedia: Tes Psikologi atau Psikotes adalah tes yang digunakan untuk menilai konstruksi psikologi seseorang. Tes ini meliputi tes kepribadian yang di dalamnya untuk mengetahui mental, watak dan emosi seorang dimana tes ini juga dihubungkan dengan bakat dan minat apakah cocok terhadap seseorang.
Dari penjelasan diatas kita tahu bahwa sebenarnya psikotes adalah tes yang lebih menilai kedalam sifat atau prilaku seseorang.
Lalu kenapa seleksi psikotes menjadi salah satu penilaian yang penting dalam melamar kerja?

Jawabannya karena,

Kualifikasi Kerja dan Kecocokan Kepribadian

Dalam sebuah perusahaan atau instansi ada sebuah divisi rekrutmen yang di isi oleh orang-orang yang memahami psikologi manusia atau yang sering dikenal dengan HRD. Mereka ini memiliki pengetahuan tentang psikologi anda, apakah anda sesuai atau tidak bekerja diposisi yang dilamar.
Dalam setiap pekerjaan selalu mempunyai kualifikasi umum dan khusus sebagai syarat untuk memilih kandidat yang harus dipekerjakan. Dan psikotes adalah penilaiannya bagaimana mencari kandidat sesuai dengan kualifikasi khusus tersebut, apakah anda orang yang kreatif, memiliki sifat kepemimpinan, sabar, dan lain-lainny. 
Hasil penilaian dari tes psikotes bukan sekedar menilai anda pintar atau seberapa banyak anda menjawab soal, seperti TWK (Tes Wawasan Kebangsaan) atau TIU (Tes Intelegensia Umum) pada Tes masuk CPNS.

Ini lebih menilai watak dan sifat anda.

Jadi walaupun anda pintar dengan IPK 3 koma atau juara kelas di sekolah tidak menjamin anda akan lolos jika dalam beberapa tes psikotes penilaian anda kurang memenuhi syarat kualifikasi.

Contohnya:

Untuk pekerjaan administrasi keuangan, syarat umumnya tentu orang yang dicari adalah orang yang memiliki kemampuan ekonomi, dan syarat khusunya adalah orang yang memiliki ketelitian yang tinggi, rapi, mampu bekerja sama, mampu menghadapi tekanan dan tidak mudah terkena stress. Jika saat anda melakukan tes psikotes dan didapat penilaian bahwa anda adalah orang yang memiliki psikologi mudah terkena stress atau tidak bisa mengalami tekanan pekerjaan, tentu anda akan gugur dalam memenuhi syarat kualifikasi, begitupun sebaliknya.

Atau untuk pekerjaan Sustomer Service, kualifikasi yang harus dipenuhi untuk orang yang ingin bekerja di posisi ini tentu orang yang sabar, anti BAPER, mudah mengendalikan emosi, ramah, dan memiliki komunikasi yang baik. Jika saat penilaian psikotes anda ditemukan bahwa kekurangan anda adalah seorang introvert (Penyendiri), mudah BAPERAN, atau mudah tersulut emosi, tentu anda tidak akan diterima untuk menduduki posisi tersebut. Sebab Customer Service adalah pekerjaan garda depan yang selalu berhubungan dengan pelanggan.

Jadi, sekarang anda telah mendapat gambaran mengenai hubungan tes psikotes terhadap sebuah proses seleksi. Mengapa itu penting dan mengapa itu bisa membuat orang gagal dalam mengincar sebuah pekerjaan.
Tes psikotes merupakan tes yang lebih menilai diri anda terhadap suatu bidang pekerjaan apakah cocok dan memenuhi syarat kualifikasi atau tidak. Jika anda tidak lolos tes psikotes untuk satu pekerjaan bukan berarti anda 100% gagal untuk pekerjaan lain. Bisa saja tes psikotes anda akan lebih cocok untuk melakukan pekerjaan yang lainnya.
Bentuk dan Jenis psikotes

Bentuk tes psikotes ada 2 hal yang paling umum digunakan:
  1. Tes CAT (Computer Assisted Test) yang sering digunakan saat tes penerimaan CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil). Tes ini dilakukan dengan menggunakan komputer yang terdiri dari 1 tes kemampuan akademik atau TIU (Tes Intelegensia Umum), 1 tes TWK (Tes Wawasan Kebangsaan) dan TKP (Tes Karakteristik Pribadi) dan menggunakan sistem Passing Grade sebagai penilaian lolos tidaknya pelamar kerja.
  2. Tes Psikotes Tertulis, ini paling umum, banyak digunakan oleh berbagai perusahaan baik pemerintah atau perusahaan swasta bahkan untuk perguruan tinggi. Untuk tes psikotes melamar kerja tentu sedikit akan berbeda dengan tes psikotes SMA atau Universitas. Namun mungkin akan ada beberapa soal yang sama. Dan berikut jenis-jenis tes psikotes yang akan sering anda temui.
Jenis Psikotes Yang Sering Digunakan

1. Tes Intelegence Question (Tes IQ)
Dari namanya tes ini lebih mengukur kemampuan IQ seseorang. IQ disini bukan sekedar kemampuan berhitung semata, tapi juga kemampuan konsentrasi, analisa dan mental secara keseluruhan. Tes ini biasanya menggunakan serangkaian soal, mulai dari tes matematika dan tes bahasa. 
Dan berikut contoh soal yang terdapat pada psikotes Tes Intelegence Question (Tes IQ) yang terdiri dari:

a. Tes Logika Aritmatika
Psikotes aritmatika bertujuan untuk melihat kemampuan analisis anda terhadap suatu masalah dan memahami polanya.
Tes ini berupa deret angka atau deret huruf, dan tugas anda adalah mencari jawaban selanjutnya sesuai dengan pola jawaban. Biasanya tes ini terdiri dari 10- 20 soal, dan diberikan waktu yang cukup cepat untuk menjawabnya.

Contoh soal yang lebih sederhana adalah seperti ini:

2 3 5 6 8 9 11 12 . . . , . . .



Tips mengerjakan:

  1. Jangan hanya terpaku pada angka/huruf disampingnya. Tapi lihatlah angka/huruf secara menyeluruh.
  2. Lompatan pola bisa saja 3/4 lompatan dari angka/huruf disampingnya.
  3. Pola penjumlahan bisa pertambahan, pengurangan, pembagian dan perkalian.
  4. Isi jawaban secara berurutan (lebih baik) atau mencari yang lebih mudah dahulu (Tapi jangan hanya mengisi yang mudah saja kemudia yang lain tidak di jawab).
  5. Jangan terpaku dengan soal, karena anda diberikan waktu untuk menjawab.
  6. Banyak-banyaklah belajar mengerjakan soal untuk mengerti pola psikotes ini.
  7. Kunci dari psikotes aritmatika adalah menemukan jawaban dengan benar sesuai pola. Jadi jangan mengisi jawaban dengan asal-asalan hanya untuk menjawab semua. Lebih baik menjawab sedikit tapi jawaban anda benar.

b. Tes Logika Penalaran
Banyak bentuk dari tes ini. Tapi mempunyai bentuk dan tujuan yang sama.
Tes ini biasanya terdiri dari 20-50 soal, berbentuk gambar-gambar 2D atau 3D. Tujuan dari tes ini sendiri adalah untuk menguji penalaran logika (Prediksi) anda dalam memilih jawaban yang benar sesuai pola saat gambar tersebut diputar berapa derajat, melengkapi bagian yang hilang, atau menyesuaikan bentuk bagian gambar (sesuai perintah gambar itu sendiri). Tes ini sendiri mempunyai batas waktu untuk menyelesaikannya, ketelitian dan penalaran logika anda memang diuji di tes ini.


psikotes-logika-penalaran

c. Tes Analogi Verbal
Tes ini berbentuk bahasa dan biasanya hanya menyesuaikan korelasi makna kalimat. Bentuknya ada padanan kata, persamaan dan lawan kata. Memang terlihat mudah, tapi tes ini sebenarnya cukup sulit jika anda tidak memahami makna dari kalimat tersebut. Tujuan dari test ini adalah untuk melihat cara anda memahami suatu masalah yang terjadi, mengukur kecermatan dan tingkat kewaspadaan anda dalam mengambil keputusan.

Contoh soal:

1. Putera : Puteri = Dewa : ….
a. Bidadari  b. Kayangan   c. Dewi   d. Resi

Jawaban yang benar adalah C. 
Penjelasan: Karena soal ini mengenai tentang pasangan (dilihat dari soal putera pasti berpasangan dengan puteri).

2. Wanita : Kebaya = Pria : ….
a. Baju   b. Topi   c. Sepatu   d. Jas 

Jawaban yang benar adalah D.
Penjelasan: Soal ini tentang busana formal jadi jawaban A tidak diterima karena itu adalah baju kasual sedangkan Kebaya adalah busana untuk acara formal, maka busana acara formal pria adalah Jas.

d. Army Alpha Test
Tes ini adalah tes yang membutuhkan konsentrasi tinggi dan pendengaran yang baik. Karena tes ini akan dibacakan oleh panitia dan anda mengikuti perintah dari apa yang diucapkan oleh panitia tersebut. Soal ini sendiri terdiri dari 12 soal, dan tujuan dari tes ini adalah untuk melihat kemampuan konsentrasi anda dalam menerima dan melaksanakan perintah dengan cepat dan tepat.

Gambar: 


2. Tes Kepribadian (Personality Test)
Tes ini sering muncul saat melakukan psikotes melamar kerja. Dan biasanya tes ini sedikit lebih mendominasi dari psikotes yang lainnya, anda akan disuguhkan dengan banyaknya tes dan pertanyaan. Dan hal ini yang akan dinilai oleh pihak rekrutmen tentang diri anda. Apakah anda orang yang tertutup, apakah anda orang yang mampu bekerja secara tim, mampu bekerja dibawah tekanan, memiliki minat berprestasi yang tinggi, dan lain-lain.
Tes kepribadian terdiri dari:


a. Tes Wartegg
Ini adalah tes dimana anda diminta untuk melanjutkan menggambar sesuai bentuk atau pola yang telah ada pada 8 kotak di soal psikotes. Dan biasanya tes wartegg ini diberi waktu yang cukup banyak. Anda akan diminta memberi keterangan mengenai gambar yang anda gambar.

Penilaian:

Banyak hal yang dinilai pada psikotes warteg, mulai dari gambar itu sendiri. Apabila anda terlalu menekan saat menggambar sehingga terbentu garis tebal/kuat padahal untuk garis yang seharusnya lembut, seperti rambut, bulu dan lainnya, ini menunjukan bahwa anda memiliki sifat keras kepala. 

Sedangkan bila anda menggambar terlalu banyak menghapus dan kotor, ini menunjukan anda orang yang peragu atau tanpa perencanaan. Sifat tegas anda pun bisa terlihat disini dengan menilai bagaimana cara anda membuat lingkaran, apakah langsung membuat bentuk bulat, atau membuat bentuk bulat secara terputus-putus terlebih dahulu (ini menandakan sifat perfectsionis). 
Sedangkan kecerdasaan atau tingkat IQ anda di tes ini dilihat dari gambar yang anda buat, apakah anda membuat gambar yang tidak umum (Kreatif) sesuatu yang tidak terpikirkan oleh orang lain, sehingga membuat ide baru anda muncul atau anda membuat gambar yang telah sering orang gunakan (Tipe pengekor).
Sebenarnya inti dari tes ini adalah untuk mengetahui intelektual, imajinasi, emosi pada diri anda.

Makna gambar dalam masing-masing kotak.


cara-mengerjakan-tes-wartegg
Gambar 1: Tanda bulat yang berada di posisi tengah, mengartikan tentang penyesuaian diri. atau lebih tepatnya bagaimana cara seseorang tersebut menempatkan diri/beradaptasi dengan lingkungannya.
Gambar 2: Tanda ~ disebelah kiri atas mengartikan tentang fleksibelitas perasaan seseorang.
Gambar 3: Tiga garis horizontal dari yang kecil, sedang dan tinggi mengartikan hasrat atau ambisi seseorang untuk maju.
Gambar 4: Kotak kecil disebelah kanan atas mengartikan bagaimana cara seseorang mengatasi kesulitan.
Gambar 5: Dua garis miring berbentuk (T miring) mengartikan bagaimana cara seseorang bertindak.
Gambar 6: Garis horizontal dan vertical mengartikan untuk mengukur dan cara berpikir/menganalisa seseorang.
Gambar 7: Tanda titik-titik yang menyangkut tentang kehidupan dan perasaan apakah stabil atau masih kekanak-kanakan.
Gambar 8: Gambar melengkung yang mengartikan mengenai kehidupan sosial atau hubungan sosial.

Tips mengerjakan:

  1. Mengerjakan tes ini yang perlu anda ingat adalah bentuk gambar pada soal. Jika gambar pada kotak berbentuk garis lurus (3, 4, 5, 6), cobalah menggambar benda-benda mati. Sedangkan jika gambar berbentu garis lengkung (1, 2, 7, 8), gambarlah benda hidup. Jika anda menggambar terbalik yaitu garis lengkung anda gambar benda mati dan garis lurus anda gambar benda hidup maka HRD akan menilai ada yang salah dengan diri anda.
  2. Jangan lakukan pengurutan gambar seperti (1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8) ini menujukan anda orang yang kaku. Sedangkan jika anda mengurutkan gambar seperti ini (8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1) ini akan menunjukan anda orang yang “terlalu” kreatif, inovatif dan orang seperti ini tipe orang yang suka melanggar peraturan dan disiplin. Jadi buat kombinasi pengurutan gambar secara acak yang baik seperti ini (1, 2, 3, 4, 8, 7, 6, 5).
  3. Jika anda pria, jangan memberikan urutan angka satu dikotak nomor 5. Karena banyak beranggapan jika anda memulai dari kotak nomor 5, ini menunjukan bahwa anda memiliki permasalahan pada orientasi seks.
  4. Biasanya anda akan diminta untuk memberi nama pada gambar 1 sampai 8, dan diminta memberi tanda (+) untuk gambar yang anda sukai, (-) Gambar yang tidak anda sukai, (S) Gambar yang paling sulit dibuat, (M) Gambar yang paling mudah dibuat. (Setiap rekrutmen mempunyai cara berbeda anda harus mengikuti perintah yang diberikan)

b. Tes EPPS (Edwards Personal Preference Schedule)
Tes ini bertujuan untuk mengukur kepribadian seseorang, seberapa besar motif dan motivasi seseorang dan kebutuhan yang mendorong (16 faktor) dalam kehidupannya. Tes ini terdiri beberapa pilihan pernyataan (225 pernyataan) yang paling mencerminkan diri anda dan walaupun mungkin diantara jawaban tersebut ada yang tidak sesuai dengan diri anda, anda harus tetap memilih jawaban yang setidaknya mendekati diri anda.
Tips mengerjakan:
Tes ini sedikit sulit untuk di akali, tapi anda bisa menyesuaikan pernyataan dengan kualifikasi untuk posisi yang anda lamar.
Jangan terlalu sering menggambarkan sosok anda yang sebenarnya apalagi yang bersifat negative. Karena ini bisa memberitahu sifat anda yang sebenarnya.
Posisikan diri anda sebagai karyawan profesional, yang memiliki sifat tanggung jawab, pekerja keras dan disiplin.

c. Tes PAPI


tes-papi

Tes PAPI hampir sama dengan tes EPPS, yang membedakan hanya jumlah soal (PAPI 90 Soal) dan bentuk soalnya serta cara menjawabnya. Jika anda lihat dilembar jawaban anda akan melihat anak panah dan menemukan huruf-huruf diatas dan bawah (G, I, E dan lain-lain). Dan huruf-huruf ini memiliki arti tersendiri.

Tes PAPI sendiri adalah tes kepribadian berdasarkan penilaian 20 aspek yang need dan role. Apakah need dan role itu tinggi atau rendah. Dan anda akan diminta untuk melingkari pernyataan yang sesuai dengan kepribadian anda, atau yang mendekati deskripsi kepribadian diri anda.
Conth soal tes PAPI Kostick Tes:
a. Saya seorang pekerja keras
b. Saya bukan seorang pemurung

a. Saya suka bekerja lebih baik dari orang lain
b. Saya suka mengerjakan apa yang sedang saya kerjakan sampai selesai

a. Saya suka menunjukan caranya melaksanakan suatu hal
b. Saya ingin bekerja sebaik mungkin

Cara menjawab:

Kenali kualifikasi untuk posisi yang anda lamar.
Jangan terlalu menyesuaikan dengan pribadi anda, sebab anda sekarang sedang melamar kerja.

Contoh:

Jika anda melamar posisi Administrasi Staff.
Kualifikasi untuk Admin adalah orang yang rapi, teliti, lebih perduli dengan peraturan dan suka bekerja dengan teori. Jadi berilah jawaban yang menunjukan seperti hal diatas. Anda jangan memberi jawaban bahwa anda orang yang suka bekerja secara tergesa-gesa atau memberikan jawaban yang condong untuk posisi lain seperti senang bergaul dengan orang lain, suka lebih suka bekerja bersama orang lain dari pada sendiri, karena jawaban ini condong untuk keposisi marketing. Pilihlah kira-kira jawaban yang mendekati dengan kualifikasi pekerjaan anda, walaupun jawaban tersebut tidak terlalu ada di sifat anda.
Rekomendasi jawaban PAPI (User Kaskus).
Jika soal dan posisi jawaban (a diatas dan b dibawah) hampir sama dengan contoh soal diatas. Maka jawaban (b) adalah soal dinomor berikut. 
1.3.8.11.12.21.22.31.32.34.35.36.37.43.44.46.48.49.50.58.59.60.63.68.69.70.79.80.90
Jawaban ini cocok untuk posisi apapun.

d. Test DISC (Dominace, Influence, Steadiness and Compliance)
Tes ini hampir sama dengan tes EPPS dan PAPI, yang membedakan hanya bentuk dan jumlah soal. Jika EPPS berjumlah 225 soal terdiri dari 2 pilihan pernyataan, PAPI 90 soal dengan 2 penyataan, sedangkan DISC berjumlah 24 soal dengan 1 soal 4 pilihan pernyataan, dan anda memilih 1 jawaban untuk hal yang sesuai dengan kepribadian anda dan 1 jawaban yang tidak sesuai dengan kepribadian anda. 
Tujuan dari DISC ini untuk melihat 3 hal kondisi atau keadaan seseorang.
1. Kepribadian diri sendiri yang sebenarnya
2. Kepribadian saat berada dalam kondisi terdapat masalah atau mengalami tekanan
3. Kepribadian yang ditunjukan saat berhubungan dengan orang lain.

e. Baum Tree Test/Draw A Man Test  (Psikotes menggambar pohon/menggambar orang)
Tes ini juga sering muncul ketika anda melakukan psikotes melamar kerja. Fungsi dari psikotes menggambar pohon dan orang ini adalah untuk mengetahui kepercayaan diri, kestabilan, ketahanan kerja dan tanggung jawab.

1. Tes gambar pohon:
Dites ini biasanya anda akan diberikan kertas kosong dan diperintahkan untuk menggambar pohon. Biasanya ada pihak rekrutmen yang tidak memberi tahu jenis pohon apa saja yang boleh digambar, tapi ada juga rekrutmen yang memberi tahu anda untuk tidak menggambar beberapa pohon seperti, bambu, pisang, semak belukar dan lainnya, dan yang penting lagi jangan pernah menggambar pohon beringin karena pohon ini menyimpulkan kesempurnaan.

Tips untuk menggambar pohon:

Cobalah untuk menggambar pohon yang memiliki batang besar (kokoh), berbuah, memiliki cabang ranting yang banyak, dan berdaun lebat.
Gambarlah pohon secara rinci seperti akar, buah, bentuk daun, kerapatan daun, tangkai dan alur pohon. Dan jangan menggambar tangkai pohon yang patah/kroak, ini akan menandakan anda memiliki trauma dimasa lalu
Hindari menggunakan penghapus, sebab ada rekrutmen melarang kandidat saat menggambar untuk menggunakan penghapus.
Beri nama pohon apa yang anda gambar.
Cobalah menggambar dari posisi tengah.
Ambil foto pohon/gambar di internet dan latihan menggambar.

Apa yang dinilai?

Tes ini bukan menilai bagus atau tidaknya gambar anda. Tapi yang dinilai adalah sebagai berikut:

Besar kecilnya gambar, tata letak gambar (apakah dimulai dari tengah, kanan-kiri atau atas-bawah), tarikan garis (tegas atau patah-patah. Karena dari sini rekrutmen akan melihat apakah kamu termasuk orang yang sabar dan memiliki etos kerja yang tinggi.

Ditengah
Anda tipe orang rendah hati dan bersifat praktis. Mengambar dibagian tengah menunjukan bahwa anda tipe orang yang menangani masalah dengan jalan tengah terbaik agar tidak terulang kembali.

Bawah
Jika anda mulai mengambar dari bagian bawah, menunjukan anda tipe orang yang memikirkan perencanaan terlebih dahulu sebelum memutuskan.

2. Tes gambar orang

Tes ini hampir sama dengan tes gambar pohon. Anda akan diberikan kertas putih kosong untuk menggambar. Bedanya anda harus memberi nama, aktifitas, umur, 3 kelebihan dan 3 kekurangan sosok yang anda gambar.

Tips:

  1. Jika anda laki-laki, gambarlah sosok laki-laki dan jika anda wanita gambarlah sosok wanita. Jangan menggambar berbeda jenis dari anda. Sebab ada anggapan bahwa sosok yang anda gambar mewakili diri anda sendiri.
  2. Jangan menggambar kartun, karikatur, atau sosok super hero.
  3. Gambarlah orang tersebut secara detail, mulai dari muka, mata, telinga, hidung, rambut, mulut dan bagian anggota tubuh lainnya. Dan buatlah expresi wajah orang yang anda gambar, karena ini dapat mampu menggambarkan sifat utama anda.
  4. Jangan menggambar muka menghadap kesamping atau membelakangi, karena anda akan di artikan sebagai orang yang tertutup (Introvet), kurang mampu bersosial. Jika anda melamar diposisi sales/marketing/customer service akan merugikan anda.
  5. Gambarlah orang yang sedang beraktifitas, seperti guru yang mengajar, petani yang sedang mencangkul atau pegawai kantor yang berangkat kerja.
  6. Perhatikan atribut yang menempel pada profesi.

3. House Tree Person (Tes gambar orang, rumah dan pohon)
Hampir sama dengan tes gambar pohon dan gambar orang. Tes ini juga akan meminta anda untuk menggambar, hanya saja menggambar dalam satu objek sekaligus. 

Tips: 
menggambar di tes ini adalah dengan bentuk aslinya, seperti manusia tidak boleh lebih tinggi dari rumah dan pohon dan rumah tidak boleh tinggi dari pohon. Dan jika anda mampu gambarlah suatu aktifitas didalamnya. Karena hal ini akan memberikan penilaian bagaimana anda akan membangun hubungan dengan orang lain yang kedudukannya lebih tinggi/rendah dari anda.


f. Tes Pauli dan Tes Krapelin
Psikotes-Krapelin-dan-Pauli
Psikotes ini sering disebut sebagai tes Koran, dimana kertasnya sendiri memang selebar koran dan sejauh mata memandang hanya di isi sederetan angka yang tersusun dalam setiap jalur. Pengerjaannya sendiri menggunakan waktu yang sangat cepat setiap jalurnya. Dan tugas anda adalah menghitung setiap 2 angka yang berdekatan di kertas tersebut sampai ada perintah untuk pindah. 

Tes ini memiliki bentuk tes yang hampir sama, hanya saja cara mengerjakannya yang berbeda. Penilaian tes ini adalah untuk mengukur kemampuan ketahanan anda, tekanan, konsentrasi, konsistensi, ketelitian dan kecepatan melakukan pekerjaan. Jadi tes ini akan menunjukan tentang watak dan sifat anda. 

Perbedaan tes pauli dan tes Krapelin

1. Tes Pauli berisi deretan angka (Bolak-balik) yang harus dikerjakan dari atas ke bawah dengan batas waktu tertentu. Dan jika dibatas waktu tertentu ada perintah “GARIS” maka anda harus menggarisnya dibawah angka terakhir anda hitung, dan lanjut mengerjakan angka dibawahnya.
2. Tes Krapelin hampir sama dengan pauli hanya saja pengerjaannya dilakukan dari bawah keatas dengan batas waktu tertentu. Dan jika di batas waktu tertentu anda mendengar perintah “PINDAH”, maka anda harus pindah kesamping lajur dan mulai dari bawah kembali. 


Mengerjakan-Psikotes-Krapelin

3. Tes pauli dikerjakan dengan menyelesaikan 1 jalur sampai habis kemudian pindah kejalur lain. Sedangkan krapelin tes ini sudah dipastikan tidak akan bisa menyelesaikan 1 jalur karena waktu yang dibatasi sangat cepat.

Tips mengerjakan tes Pauli dan tes Krapelin:
  1. Fokus (tes ini akan memakan waktu yang cukup lama, dan biasanya mata akan berkunang-kunang, pikiran blank dan jari akan pegal-pegal. Jika anda tidak fokus konsentrasi anda akan buyar).
  2. Dengarkan arahan dan perintah panitia tes. Apakah anda mengerjakan tes dari bawah atau dari atas. DIperintahkan menggaris atau pindah. Disini anda harus dengarkan cara pekerjaannya dengan seksama.
  3. Jangan buat gerakan atau kesalahan-kesalahan akibat kecerobohan sendiri. Seperti mencoret-coret, menoleh kiri-kanan, berbicara ketika mengerjakan, mengeluh, melamun, menghitung dengan jari, dan lainnya, 1 detik di tes ini sangat berharga.
  4. Saat mengerjakan tes ini hindari kesalahan penjumlahan, karena berapa kali anda melakukan kesalahan penjumlahan itu mendapat penilaian tersendiri. Dan hindari mencoret-coret karena akan menyebabkan penilaian anda gagal jika angka tidak terbaca oleh panitia. 
  5. Sebelum mulai buat perhitungan diluar kepala. Cari angka-angka yang sulit dihitung seperti, 8+6, 8+7, 8+5, 7+5, 6+7 dan ingat hasil penjumlahannya. Ini akan membantu anda mengerjakan secara cepat.
  6. Jangan melakukan cheating (perbuatan curang) karena akan menjadi boomerang bagi anda sendiri. Apalagi untuk tes Krapelin. Jika anda diminta untuk pindah, maka segeralah pindah.
  7. Untuk krapelin jangan terlalu bersemangat diawal sehingga mengisi sampai atas, dan tertinggal diakhir.
  8. Fisik dan pikiran harus Fit. Jadi harus tidur yang cukup sebelumnya dan isi perut dengan makanan. Jika malam sebelumnya begadang dan tidak sarapan ditambah anda bukan tipe orang yang suka hitung-hitungan, dijamin hasil tes anda akan buruk.

Itulah daftar psikotes yang biasanya dilakukan oleh perusahaan, instansi atau perguruan tinggi.
Sebenarnya psiktotes bukanlah ujian, psikotes tidak mengukur prestasi melainkan potensi individu. Dan sistem penilaiannya pun bersifat rahasia. Jangan takut untuk menghadapi psikotes, karena memang kepribadian anda memang cocok untuk pekerjaan tersebut, dites berapa kalipun akan memberikan hasil yang baik.
Justru anda harus fokus kepada diri anda sendiri saat akan menghadapi psikotes. Penting menjaga kondisi tubuh dan pikiran, dan perhatikan kualifikasi posisi yang anda lamar dan sesuaikan sedikit dengan kepribadian.
This Is The Newest Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
This Is The Newest Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner