Monday, August 21, 2017

5 tanda ini selalu di amati oleh HRD jika kamu lagi berbohong. Nomor 2 selalu dilakukan

5 tanda ini selalu di amati oleh HRD jika kamu lagi berbohong. Nomor 2 selalu dilakukan


Dalam mencari kerja.

Interview bisa jadi kesempatan bagi para pelamar untuk menarik perhatian HRD, Alasannya karena inilah kesempatan mereka untuk menjual kemampuan dan meyakinkan HRD bahwa pelamar tersebut adalah kandidat yang pas untuk mengisi posisi yang mereka cari.

Nah, Permasalahnya terkadang, mungkin karena gugup dan kurang persiapan atau karena terobsesi dengan perusahaan serta posisi yang dilamar. Seorang pelamar kadang kala rela untuk berbohong hanya untuk hal yang sangat kecil.
Walau tujuannya cuma satu, hanya untuk memberi jawaban yang dapat memukau HRD.

Padahal yang namanya berbohong sangatlah dilarang dalam interview kerja.
Selain dapat menjadi boomerang bagi diri sendiri, berbohong saat interview kerja sangat mudah bagi HRD mengetahui apakah pelamar tersebut sedang berkata jujur atau berbohong.

Tidak percaya?
Inilah ciri-ciri yang sering di perhatikan HRD untuk menilai kebohongan pelamar saat interview kerja:

1. Menyentuh hidung atau mulut dan menggaruk

Dalam ilmu psikologis saat berbohong secara tidak sadar terkadang tangan akan coba untuk menyentuh anggota wajah atau badan. Entah itu mulut atau hidung. Bahkan ada orang ketika berbohong akan menggaruk kepalanya. Inilah yang menjadi perhatian HRD untuk menilai pelamar.

2. Menghindari kontak mata

Secara sadar dan tidak sadar pelamar yang berbohong akan sangat menghindari kontak mata kepada HRD. Mereka lebih sering menggerakan bola mata kekiri dan kekanan. Hal ini disebabkan karena rasa bersalah akibat berkata tidak jujur.

3. Sengaja melakukan kontak mata

Tidak selamanya orang yang berbohong akan selalu menghindari kontak mata. Faktanya ada orang yang akan terus menerus dengan sengaja menatap mata HRD ketika interview kerja. Karena ingin meyakinkan HRD bahwa pelamar tersebut sedang tidak berbohong. Padahal pelamar yang berkata jujur tidak akan memberi perhatian lebih kepada mata HRD.

4.  Berbicara dengan nada suara yang berubah – ubah

Orang yang gugup biasanya akan mengeluarkan nada suara yang terbata-bata atau kecil. Sedangkan yang jujur akan mengeluarkan nada suara yang stabil. Beda halnya dengan yang lagi berbohong, nada suara akan berubah-ubah kadang lemah dan kadang tinggi. Hal inilah yang akan menjadi kecurigaan HRD.

5. Mengulang-ulangi perkataan

Pelamar yang berbohong akan cenderung memberi jawaban yang berulang-ulang ketika diminta jawaban, hal ini di karenakan tekanan yang mereka hadapi untuk memberi jawaban yang di inginkan HRD atau bisa jadi mengulang-ulang perkataan bermaksud untuk meyakinkan HRD.

Itulah tadi tanda-tanda kebohongan yang sangat diperhatikan oleh HRD yang sebaiknya tidak kamu lakukan.
Berbohong sangat tidak disarankan dalam proses interview, walaupun kamu lagi ditekan dengan pertanyaan menjebak. Untuk  menghindari kebohongan tersebut persiapan dan latihan adalah kunci untuk membuat kamu lebih terlatih dalam interview kerja. 
NEXT ARTICLE Next Post
This Is The Oldest Page
NEXT ARTICLE Next Post
This Is The Oldest Page
 

Delivered by FeedBurner